Satgas Darurat Pangan Kunjungi Kampar Untuk Evaluasi Kegiatan Perluasan Areal Tanam

BANGKINANG  – Untuk mengantisipasi darurat pangan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar terus menambah perluasan areal tanam (PAT) padi. 

Direktur Buah dan Florikultura selaku Pj Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Riau Dr Liferdi Lukman SP MSi bersama Kepala Balai Standar Intrumen Pertanian (BSIP) Riau Dr Shannora Yuliasari STP MP selaku Pj Satgas untuk Kabupaten Kampar melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan perluasan areal tanam (PAT) pada lahan Kelompok Tani Baliok Imbo di Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar, Kamis (13/06/2024). 

Turut hadir pada kegiatan ini Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar, Kabid PSP Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kampar Jhon Mainer, Pasiter kodim 0313/KPR, LO BSIP Riau Kabupaten Kampar, Koordinator Penyuluh dan Penyuluh/POPT BPP Kampar.

Direktur Buah dan Florikultura selaku Pj Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Riau Dr Liferdi Lukman menjelaskan, tim juga sekaligus mendampingi kegiatan distribusi pompa untuk Kabupaten Kampar sebanyak 28 unit. Untuk Kecamatan Kampar Utara akan didistribusikan sebanyak 5 unit. Potensi pompanisasi Kabupaten Kampar seluas 1.820 hektare dimana di Kecamatan Kampar Utara seluas 276 hektare.

’’Saat ini pertanaman padi mengandalkan tadah hujan. Dengan adanya pompa diharapkan petani dapat bertanam. Hanya saja sumber air masih kurang. Petani berharap adanya bantuan sumur dalam untuk dijadikan sumber air,’’ jelas Liferdi Lukman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikulra Kampar Nur Ilahi Ali melalui Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Jhon Mainir menjelaskan, diperkirakan akhir 2024 dan 2025 diprediksi akan terjadi darurat pangan di Indonesia. Tim Satgas Darurat Pangan Sudah bekerja sama dengan Mabes TNI, Mabes Polri dan Kementerian Dalam Nageri.

‘’Untuk mengantisipasi darurat pangan, daerah diminta untuk perluasan areal tanam (PAT). Untuk mendukung PAT tersebut, Kementerian Pertanian memberikan bibit padi gogo dan padi sawah,’’ jelas Jhon Mainir saat ditemui di kantor, Kamis (13/6/2024).

Jhon Mainir manambahkan, untuk padi sawah, kendalanya di Kabupaten Kampar masalah pengairan. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian memberikan bantuan pompa air ukuran 3 inci dan 4 inci sebanyak 34 unit. Yang sudah tiba sebanyak 28 unit.

’’Bantuan pompa air ini belum kita serahkan ke kelompok tani. Karena harus menyiapkan semua dokumen sebab bantuan ini berasal dari APBN, supaya tidak menjadi permasalahan hukum setelah kegiatan ini. Semua syarat yang disyaratkan untuk calon kelompk tani penerima baru kita serahkan,’’ tegas Jhon Mainir.

Jhon Mainir menjelaskan, Direktur Buah dan Florikultura selaku Pj Satgas Antisipasi Darurat Pangan Provinsi Riau Dr Liferdi Lukman SP MSi bersama Kepala BSIP Riau Dr Shannora Yuliasari STP MP selaku Pj Satgas untuk Kabupaten Kampar melaksanakan monitoring dan evaluasi kegiatan perluasan areal tanam (PAT) pada lahan Kelompok Tani Baliok Imbo di Desa Sawah, Kecamatan Kampar Utara, Kabupaten Kampar.

’’Target kita PAT di Kabupaten Kampar seluas 1.800 hektare. Lokasinya tersebar di 14 kecamatan yang ada sawahnya,’’ jelas Jhon Mainir.

Jhon Mainir menambahkan, untuk mendukung PAT ini juga didukungan dengan program tumpang sisip (tusip) dengan perkebunan sawit rakyat yang melakukan replanting. 

’’Untuk program tusip ini harus ada kolaborasi dengan Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan,’’ tegas Jhon Mainir.

Jhon Mainir menambahkan, Kementerian Pertanian akan membantu bibit padi gogo untuk program tumpang sisip di lahan replanting kelapa sawit ini. Kalau padi gogo ini bisa panen hanya sekali setahun. 

’’Untuk aerah-daerah yang tidak sumber air diarahkan untuk menanam padi gogo. Yang sudah banyak yang mulai menanam padi gogo,’’ jelas Jhon Mainir.

Jhon Mainir mengimbau mari manfaatkan seluruh lahan yang masih belum digarap untuk tanam padi. Karena ancaman darurat pangan akhir tahun ini  dan 2025 mendatang harus mendapat perhatian dari semua pihak. 
’’Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura siap memberikan bantuan benih, bantuan pengolahan lahan. Alat kita tersedia di gudang. Benih kita tersedia cukup, berapa pun masyarakat mau menanam,’’ tegas Jhon Mainir.

Jhon Mainir menjelaskan, untuk saat ini produksi beras di Kabupaten Kampat belum mencukupi. Masih mendatang dari Sumbar. 

’’Saat ini kita masih kekurangan areal untuk menanam padi sekitar 11 ribu hektare lagi. Saat ini lahan yang baru ditanam padi sekitar 2.700 hektare. Itu pun hanya baru sekitar 20 persen kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Kampar, kalau dilakukan penanaman dua kali setahun,’’ kata Jhon Mainir.

Jhon Mainir menambahkan, sementara petani padi di Kabupaten Kampoar belum merata melakukan penanaman dua kali setahun (IP 200). 

’’Kalau kita punya lahan 2.700 hektare dengan IP 200 ini berarti kita bisa produksi beras dan tertanam sekitar 5.200 hekatare,’’ tegas Jhon Mainir.

(*)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait