Dinas Pertanian Ingatkan Petani Penggunaan Pupuk Bersubsidi

BANGKINANG – Kabupaten Kampar mendapatkan kuota pupuk subsidi meningkatkan dari tahun lalu. Ada dua jenis pupuk urea dan NPK yang akan diterima petani tanaman pangan di Kampar. 

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kampar Nur Ilahi Ali melalui Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Jhon Mainir menjelaskan, kuota pupuk subsidi urea untuk Kabupaten Kampar pada 2023 lalu sebanyak 283.000 ton, pada 2024 ini ada penambahan pupuk subsidi urea sebanyak 513.000 ton.

‘’Sedangkan kuota pupuk subsidi NPK pada 2023 sebanyak 286.000 ton, pada 2024 bertambah menjadi 566.000 ton,’’ jelas Jhon Mainir saat ditemui di kantornya, Jumat (14/6/2024).

Jhon Mainir menjelaskan, sasaran untuk pupuk subsidi urea dan NKP ini untuk petani padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao. 

‘’Untuk kuota awal pupuk  subsidi sudah didistrubusikan sampai ke pengecer. Pupuk subsidi NPK juga sudah didistribusikan sampai ke pengecer dan sebagian sudah ditebus petani di pengecer,’’ jelas Jhon Mainir didamping Analis Sarana dan Prasana Pertanian M Rijal. 

Jhon Mainir menambahkan, kelompok tani yang berhak mendapatkan pupuk subsidi adalah kelompok tani yang sudah masuk ke dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Pupuk subsidi ini sudah tersedia di pengecer untuk masim tanam tahun ini.

‘’Pihak dinas mengimbau kepada petani karena sudah diberikan jatah oleh Kementerian Pertanian untuk pupuk bersubsidi, maka gunakanlah menggunakannya sesuai dengan peruntukkannya. Petani padi pakai pupuk bersubsidi untuk tanaman padinya. Tidak boleh disalahgunakan,’’ tegas Jhon Mainir.

Menurut Jhon Mainir, untuk petugas di lapangan baik BPP (Balai Penyuluhan Pertanian), penyuluh maupun tim verifikasi di lapangan harus sesuai data verifikasi yang disampaikan ke pengecer.

’’Karena pengecer menginput data kelompok tani yang bisa membeli pupuk bersubsidi dan mengirimkan ke BPP di kecamatan. Tujuan memberikan pupuk bersubsidi untuk membantu petani hasil produksi dan mengatasi ancaman darurat pangan,’’ harap Jhon Mainir.

(*)

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait